Merancang Masjid di Tengah Dinamika Kota Metropolitan
- airlangga alien
- 13 hours ago
- 3 min read

Jakarta adalah kota yang dinamis, padat, dan terus berkembang. Sebagai institusi yang tumbuh bersama ritme kota ini, Bank Jakarta melihat kebutuhan akan ruang religius yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter kota yang progresif dan terus bergerak.
Di tengah konteks tersebut, muncul sebuah tantangan yang cukup fundamental. Banyak masjid di kawasan urban terjebak dalam dua pendekatan ekstrem—mempertahankan bentuk yang sangat konservatif, atau mengambil ekspresi modern yang terlepas dari akar budaya. Keduanya sering kali belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat kota yang kompleks dan dinamis.
Pertanyaannya menjadi semakin relevan:
bagaimana merancang masjid yang tetap memiliki kedalaman spiritual, namun mampu hidup selaras dengan karakter Jakarta sebagai kota metropolitan?
Menghadirkan Ruang Ibadah yang Relevan dengan Kehidupan Kota

Menjawab tantangan tersebut, Alien DC hadir sebagai partner strategis yang membantu menerjemahkan visi Bank Jakarta ke dalam pendekatan arsitektur yang kontekstual dan berkelanjutan.
Pendekatan yang diambil berangkat dari pemahaman bahwa masjid bukan sekadar objek, melainkan ruang pengalaman. Ruang yang digunakan secara rutin, diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, dan menjadi bagian dari ritme keseharian kota.
Dalam konteks urban, masjid tidak perlu sepenuhnya terlepas dari lingkungannya untuk menghadirkan ketenangan. Sebaliknya, ia dapat tetap terhubung dengan dinamika kota, sambil membangun momen jeda yang reflektif. Keseimbangan antara ketenangan dan pergerakan inilah yang menjadi dasar dalam proses perancangan.
Membangun Kesinambungan Melalui Bahasa Desain

Proyek masjid ini dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, dengan melanjutkan bahasa desain yang telah diperkenalkan pada proyek Bank Jakarta.
Pendekatan ini tidak hanya membangun kesinambungan visual, tetapi juga memperkuat keterkaitan konseptual antara fungsi komersial dan ruang religius. Masjid tidak hadir sebagai elemen terpisah, melainkan sebagai bagian dari narasi arsitektur yang utuh.
Menerjemahkan Nilai Nusantara ke Dalam Arsitektur Kontemporer

Alih-alih mereplikasi bentuk tradisional secara literal, proses desain difokuskan pada transformasi nilai.
Nilai-nilai Nusantara dihadirkan melalui:
komposisi ruang yang terstruktur namun mengalir
ritme elemen arsitektural yang membangun arah dan keteraturan
pengolahan cahaya alami sebagai pembentuk suasana
pemilihan material yang menghadirkan kehangatan dan kualitas kontemplatif
Geometri digunakan untuk membangun orientasi dan ketenangan, sementara cahaya menjadi elemen yang memperkuat pengalaman spiritual. Material dipilih bukan hanya secara estetis, tetapi juga untuk membangun atmosfer yang relevan dengan fungsi ruang ibadah.
Melalui pendekatan ini, ruang terasa familiar secara emosional, meskipun tidak bergantung pada bentuk-bentuk konvensional. Tradisi tidak dipertahankan melalui imitasi, melainkan melalui reinterpretasi yang kontekstual.
Masjid sebagai Bagian dari Energi Kota

Hasil dari proses ini adalah sebuah ruang ibadah yang tidak berdiri terpisah dari kota, tetapi justru menjadi bagian dari dinamika urban itu sendiri.
Ruang-ruang di dalam masjid dirancang untuk terasa cair dan mengalir, merefleksikan pergerakan Jakarta, sekaligus tetap menyediakan ruang untuk berhenti, merenung, dan kembali pada esensi.
Pendekatan ini menantang anggapan bahwa masjid harus selalu tampil dalam ekspresi yang konservatif. Sebaliknya, ia membuka kemungkinan baru bahwa ruang ibadah dapat berkembang seiring dengan perubahan kota dan masyarakatnya.
Sebuah Visi untuk Masa Depan

Lebih dari sekadar fasilitas religius, masjid ini merepresentasikan sebuah visi. Visi tentang bagaimana arsitektur dapat mengakomodasi keimanan, pergerakan, dan perubahan dalam satu kesatuan ruang.
Sebuah ruang yang berakar pada nilai Nusantara, namun tidak terjebak di masa lalu. Sebuah pendekatan yang relevan hari ini, sekaligus adaptif terhadap masa depan. Melalui kolaborasi antara visi Bank Jakarta dan pendekatan strategis Alien DC, proyek ini menjadi refleksi tentang bagaimana arsitektur dapat berperan dalam membentuk identitas kota yang terus berkembang.
Desain oleh Alien DC
sebagai participant architect untuk Bank Jakarta


Comments