Revitalisasi Cinere Bellevue Mall: Visi Arsitektur untuk Wajah Baru Destinasi Komersial di Cinere
- Qeis Muhammad
- 9 hours ago
- 3 min read
Sebuah Visi untuk Masa Depan Cinere Bellevue Mall

Setiap bangunan memiliki cerita.
Sebagian lahir sebagai ikon baru sebuah kawasan. Sebagian lainnya berkembang mengikuti pertumbuhan kota di sekitarnya. Namun ada pula bangunan yang memasuki fase baru dalam siklus kehidupannya, fase di mana transformasi menjadi langkah penting untuk menjaga relevansi dan daya tariknya di tengah perubahan zaman.
Proposal revitalisasi Cinere Bellevue Mall yang dikembangkan oleh Alien Design Consultant berangkat dari pemahaman tersebut.
Sebagai pusat perbelanjaan yang telah beroperasi lebih dari satu dekade, Cinere Bellevue Mall memiliki posisi yang strategis di kawasan Cinere, Depok. Dikelilingi area residensial, fasilitas pendidikan, area komersial, dan berbagai aktivitas perkotaan lainnya, mall ini memiliki potensi untuk kembali berkembang sebagai destinasi yang melayani kebutuhan masyarakat sekitar.
Melalui studi visioning design ini, Alien DC mengeksplorasi bagaimana pendekatan arsitektur dapat memperbarui identitas bangunan sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung secara menyeluruh.
Merancang Kembali Kesan Pertama

Dalam aset komersial, pengalaman pengunjung dimulai jauh sebelum mereka memasuki bangunan.
Kesan pertama terbentuk saat seseorang melihat bangunan dari kejauhan, memasuki area drop-off, atau berjalan menuju pintu masuk utama.
Karena itu, salah satu fokus utama dalam proposal ini adalah menciptakan pengalaman kedatangan yang lebih hangat, terbuka, dan inviting.
Konsep A Warm Welcoming Fronts dikembangkan untuk menghadirkan wajah baru Cinere Bellevue Mall melalui kombinasi lanskap hijau, jalur pedestrian yang lebih nyaman, serta frontage tenant yang lebih aktif terhadap ruang luar. Pendekatan ini bertujuan membangun hubungan yang lebih dekat antara bangunan dan penggunanya.
Alih-alih menghadirkan fasad yang monumental dan eksklusif, desain diarahkan untuk menciptakan suasana yang lebih human-centered dan approachable.
Membuka Bangunan terhadap Lingkungannya

Salah satu strategi desain yang menjadi fondasi proposal ini adalah meningkatkan konektivitas visual antara interior dan eksterior bangunan.
Dalam banyak pusat perbelanjaan generasi lama, fasad sering kali berfungsi sebagai pembatas yang memisahkan aktivitas di dalam bangunan dengan kehidupan kota di luar.
Pendekatan tersebut mulai berubah.
Saat ini, pusat perbelanjaan yang berhasil umumnya mampu memperlihatkan aktivitas yang terjadi di dalamnya. Kehadiran tenant, aktivitas pengunjung, dan dinamika ruang menjadi bagian dari daya tarik visual bangunan itu sendiri.
Melalui konsep Open Façade, Closer Connections, desain mengusulkan peningkatan transparansi façade sehingga aktivitas tenant dapat lebih terlihat dari luar. Sebaliknya, pengunjung di dalam bangunan juga memperoleh hubungan visual yang lebih baik terhadap lingkungan sekitar.
Pendekatan ini menciptakan bangunan yang terasa lebih hidup, terbuka, dan terhubung dengan konteks kawasan.
Transformasi Fasad sebagai Strategi Rebranding

Fasad merupakan elemen yang paling cepat membentuk persepsi terhadap sebuah bangunan. Karena itu, transformasi façade menjadi salah satu intervensi utama dalam proposal revitalisasi ini.
Alih-alih hanya mengganti material atau warna, pendekatan yang diambil berfokus pada pembentukan identitas baru yang lebih modern dan relevan dengan karakter kawasan yang terus berkembang.
Komposisi fasad dirancang untuk menghadirkan ritme visual yang lebih ringan dan dinamis. Bidang-bidang solid dikurangi untuk memberikan lebih banyak bukaan visual, sementara elemen arsitektural baru diperkenalkan untuk menciptakan tampilan yang lebih segar dan kontemporer.
Tujuannya bukan hanya memperbarui penampilan bangunan, tetapi juga memperkuat citra Cinere Bellevue Mall sebagai destinasi yang siap menyambut generasi pengguna berikutnya.
Kanopi yang Lebih Ringan dan Ramah Pengguna

Selain fasad, area kanopi menjadi elemen penting yang memengaruhi pengalaman kedatangan.
Dalam studi ini, desain mengusulkan transformasi kanopi eksisting menjadi struktur yang lebih ringan dan proporsional terhadap skala manusia.
Kanopi baru dirancang untuk menghadirkan perlindungan yang optimal sekaligus memungkinkan masuknya cahaya alami ke area lobi dan ruang transisi. Pendekatan ini membantu menciptakan suasana yang lebih terang, terbuka, dan nyaman bagi pengunjung sejak pertama kali memasuki kawasan mall.
Lanskap sebagai Bagian dari Experience

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada bangunan.
Area lanskap juga menjadi bagian penting dalam menciptakan identitas baru bagi Cinere Bellevue Mall.
Elemen vegetasi ditempatkan secara strategis untuk memperkuat pengalaman berjalan kaki, meningkatkan kualitas visual kawasan, sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan ramah bagi pengunjung.
Pendekatan ini sejalan dengan tren pengembangan pusat komersial modern yang semakin mengedepankan kualitas ruang terbuka sebagai bagian dari pengalaman pengguna.
Dengan integrasi lanskap yang tepat, area depan bangunan tidak lagi berfungsi sekadar sebagai ruang transisi, tetapi menjadi ruang publik yang aktif dan menyenangkan.
Eco-Conscious Branding untuk Generasi Baru

Selain transformasi fisik, proposal ini juga mengangkat pendekatan Eco-Conscious Branding sebagai bagian dari identitas baru bangunan.
Konsep ini menggabungkan elemen keberlanjutan, pengalaman pengguna, dan inovasi desain untuk menciptakan citra yang lebih relevan dengan ekspektasi masyarakat saat ini.
Melalui penggunaan elemen hijau, optimalisasi pencahayaan alami, serta pendekatan desain yang lebih terbuka, bangunan tidak hanya tampil lebih modern tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dan kualitas hidup pengguna.
Sebuah Studi tentang Transformasi Aset Komersial

Proposal revitalisasi Cinere Bellevue Mall merupakan eksplorasi mengenai bagaimana desain dapat membantu memperbarui identitas sebuah aset komersial tanpa harus menghilangkan karakter yang telah dimilikinya.
Melalui transformasi façade, peningkatan kualitas ruang publik, penguatan konektivitas visual, serta penciptaan pengalaman yang lebih human-centered, desain berupaya menghadirkan bangunan yang lebih terbuka, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
Sebagai sebuah visioning design, studi ini mencerminkan cara Alien Design Consultant memandang arsitektur bukan hanya sebagai proses menciptakan bentuk, tetapi sebagai upaya membangun pengalaman, identitas, dan nilai jangka panjang bagi sebuah aset.



Comments