top of page
Logo Alien DC

Fasad sebagai Medium Branding Arsitektural: Pendekatan Ikonik pada Gedung Bank BJB

  • Writer: domeiru fahramshed
    domeiru fahramshed
  • 15 hours ago
  • 3 min read

Dalam arsitektur kontemporer, fasad tidak lagi diposisikan sekadar sebagai elemen presentasikan nilai, visi, dan karakter institusi di dalamnya. Pada bangunan perbankan, peran fasad bahkan menjadi lebih krusial: ia harus mampu menyeimbangkan kesan kepercayaan, stabilitas, dan keamanan, sekaligus merespons tuntutan era digital yang menuntut keterbukaan, inklusiv pembungkus bangunan. Ia telah berevolusi menjadi medium komunikasi sebuah “wajah” yang meretas, dan modernitas. Pendekatan inilah yang terlihat jelas pada desain Gedung Bank BJB, khususnya pada proyek BJB Padalarang.


Fasad sebagai Representasi Identitas Institusi



Sebagai institusi keuangan daerah dengan sejarah panjang, Bank BJB membawa identitas kuat yang telah terbentuk dalam memori kolektif publik. Tantangan utama dalam desain gedung barunya bukan sekadar menciptakan bentuk yang “baru”, melainkan bagaimana menerjemahkan identitas tersebut ke dalam bahasa arsitektur yang relevan dengan konteks masa kini. Fasad kemudian diposisikan sebagai medium branding arsitektural—bukan melalui signage berlebihan, melainkan melalui komposisi massa, proporsi, dan detail yang konsisten dengan karakter institusi.


Pendekatan ini menempatkan arsitektur sebagai bagian dari strategi brand. Alih-alih menempelkan identitas visual secara literal, desain Gedung Bank BJB membangun citra melalui ekspresi bentuk yang ikonik dan mudah dikenali. Dengan demikian, fasad tidak hanya bekerja pada level visual, tetapi juga pada level persepsi dan pengalaman ruang.


Modern Art Deco sebagai Bahasa Desain



Pilihan gaya Modern Art Deco menjadi kunci dalam membangun narasi visual fasad. Art Deco secara historis identik dengan kemajuan, optimisme, dan ekspresi modernitas pada masanya. Dalam konteks Gedung Bank BJB, prinsip-prinsip Art Deco tidak direproduksi secara nostalgik, melainkan ditransformasikan melalui pendekatan modern: garis horizontal yang tegas, komposisi massa yang dinamis, serta keberanian dalam membangun siluet bangunan.


Transformasi ini terlihat pada penggunaan elemen garis horizontal yang dominan pada fasad. Garis-garis tersebut berfungsi sebagai pengikat visual antar lantai, menciptakan kesan stabil dan berlapis—sebuah metafora yang relevan dengan dunia perbankan. Di saat yang sama, pendekatan asimetri yang terkendali memperkenalkan nuansa kontemporer, menjauhkan bangunan dari kesan statis dan kaku.


Elemen Menara sebagai Ikon dan Penanda Urban



Salah satu strategi branding paling kuat pada Gedung Bank BJB adalah kehadiran elemen menara pada komposisi fasad. Elemen ini tidak hanya berfungsi sebagai aksen vertikal, tetapi juga sebagai penanda visual (visual anchor) dalam skala kota. Dalam konteks kawasan Padalarang, menara tersebut membantu membangun citra gedung sebagai landmark institusional—mudah dikenali dari kejauhan dan memiliki daya ingat tinggi.


Secara arsitektural, menara ini merujuk pada tradisi Art Deco yang sering menggunakan elemen vertikal untuk mengekspresikan kemajuan dan aspirasi. Dalam interpretasi modernnya, elemen menara pada Gedung Bank BJB tampil lebih bersih dan minimal, tanpa ornamen berlebihan, namun tetap kuat secara karakter. Inilah bentuk branding yang subtil: ikonik tanpa harus ekspresif secara berlebihan.


Fasad dan Narasi Bank Masa Depan



Transformasi dunia perbankan menuju sistem digital turut memengaruhi pendekatan desain fasad. Gedung Bank BJB dirancang untuk merepresentasikan institusi yang lebih terbuka dan inklusif. Hal ini tercermin pada komposisi fasad yang tidak sepenuhnya tertutup, melainkan menghadirkan kesan transparansi melalui bukaan, ritme solid-void, dan keterhubungan visual dengan ruang publik.


Fasad menjadi alat untuk mengkomunikasikan perubahan paradigma: dari bank yang eksklusif dan formal menuju bank yang lebih ramah, adaptif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna. Dalam konteks ini, branding arsitektural tidak lagi hanya soal “tampil berbeda”, tetapi soal menyampaikan nilai dan arah masa depan institusi secara jujur dan terbaca.


Gedung Bank BJB Padalarang menunjukkan bagaimana fasad dapat berperan sebagai medium branding arsitektural yang efektif. Melalui transformasi Modern Art Deco, penggunaan elemen menara yang ikonik, serta pengolahan sirip horizontal yang konsisten, fasad bangunan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan estetika dan fungsi, tetapi juga membangun identitas institusional yang kuat.


Bagi arsitek dan perancang, proyek ini menjadi contoh bagaimana strategi branding dapat diintegrasikan secara halus ke dalam desain fasad—bukan sebagai lapisan tambahan, melainkan sebagai bagian inheren dari konsep arsitektur itu sendiri. Di sinilah fasad berhenti menjadi sekadar kulit bangunan, dan mulai berbicara sebagai representasi nilai, visi, dan karakter sebuah institusi di tengah kota.


Comments


© 2025 Alien Design Consultant, All Rights Reserved

bottom of page