top of page

Mengenal Desain Interior Bandara Sultan Hasanuddin: Terinspirasi Kapal Pinisi

  • Writer: airlangga alien
    airlangga alien
  • 54 minutes ago
  • 3 min read

Menjelang musim liburan dan hari raya, bandara menjadi salah satu tempat yang paling ramai. Ribuan orang datang dan pergi, membawa cerita perjalanan masing-masing. Ada yang pulang ke kampung halaman, ada yang menjemput keluarga, dan ada pula yang memulai perjalanan baru.


Di tengah mobilitas itu, bandara sering dipahami hanya sebagai tempat transit. Padahal di baliknya terdapat desain ruang yang dirancang dengan sangat cermat untuk mendukung perjalanan setiap penumpang.


Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah bandara tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai ruang yang memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman, efisien, sekaligus memiliki identitas budaya yang kuat.



Bandara sebagai Ruang Perjalanan



Setiap perjalanan di bandara dimulai dari sebuah alur ruang yang terencana dengan baik. Penumpang bergerak dari area drop-off menuju hall utama, kemudian melanjutkan perjalanan ke area check-in, pemeriksaan keamanan, hingga menuju ruang tunggu keberangkatan.


Desain terminal dirancang untuk memastikan sirkulasi penumpang berlangsung secara intuitif. Tata letak ruang, orientasi koridor, serta keterbukaan visual membantu penumpang memahami arah perjalanan mereka tanpa harus merasa kebingungan.


Pendekatan ini menjadikan bandara sebagai ruang yang memandu perjalanan secara alami, bukan sekadar tempat berpindah dari satu titik ke titik lainnya.



Identitas Budaya dalam Desain Interior



Salah satu elemen yang paling menarik dari desain interior Bandara Sultan Hasanuddin adalah bentuk ceiling pada area hall yang terinspirasi dari kapal Pinisi.


Kapal Pinisi merupakan simbol budaya maritim masyarakat Bugis-Makassar. Bentuk layar yang melengkung dan dinamis diterjemahkan ke dalam elemen arsitektur interior melalui pola ceiling yang mengalir.


Melalui pendekatan ini, bandara tidak hanya menjadi gerbang transportasi, tetapi juga menghadirkan identitas lokal yang kuat bagi setiap pengunjung yang datang ke Makassar.



Desain yang Mendukung Proses Perjalanan



Salah satu area paling penting dalam sebuah bandara adalah area check-in. Di sinilah proses perjalanan dimulai secara administratif sebelum penumpang melanjutkan ke tahap berikutnya.


Desain ruang check-in dirancang dengan tata letak yang jelas dan efisien. Kehadiran fasilitas seperti self check-in kiosk juga membantu mempercepat proses pelayanan dan mengurangi antrean.


Dengan pengaturan ruang yang baik, proses yang sering dianggap melelahkan ini dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan terorganisir.



Sirkulasi Menuju Penerbangan



Setelah melewati pemeriksaan keamanan, perjalanan penumpang berlanjut menuju area boarding. Koridor panjang yang menghubungkan terminal dengan pesawat menjadi ruang transisi yang penting dalam perjalanan ini.


Desain koridor dengan struktur yang ringan dan bukaan kaca yang luas memberikan pengalaman ruang yang terbuka sekaligus menghadirkan pandangan langsung ke area apron bandara.


Perjalanan menuju pesawat pun terasa lebih ringan dan terarah.



Transparansi dan Keterbukaan Ruang



Bandara modern seringkali memanfaatkan elemen struktur dan kaca untuk membangun ruang yang transparan dan terbuka.


Pada Bandara Sultan Hasanuddin, penggunaan struktur baja berwarna terang serta facade kaca yang luas menghadirkan kesan ruang yang ringan dan lapang. Cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan juga membantu membangun suasana yang lebih nyaman bagi penumpang.


Pendekatan ini tidak hanya memberikan kualitas visual yang baik, tetapi juga meningkatkan pengalaman ruang secara keseluruhan.



Navigasi yang Memudahkan Penumpang




Dalam sebuah bandara yang melayani jutaan penumpang setiap tahunnya, sistem navigasi menjadi elemen yang sangat penting.


Signage yang jelas dan mudah dipahami membantu penumpang menemukan arah menuju gate, area tunggu, maupun fasilitas lainnya. Penempatan signage yang strategis membuat proses orientasi ruang menjadi lebih mudah bahkan bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.


Dengan sistem navigasi yang baik, perjalanan di dalam bandara dapat berlangsung lebih lancar dan efisien.



Fasilitas Pendukung Perjalanan



Selain ruang utama, bandara juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang membantu kenyamanan perjalanan penumpang.


Salah satunya adalah ketersediaan troli bagasi yang memudahkan mobilitas penumpang saat membawa barang. Fasilitas-fasilitas sederhana seperti ini memiliki peran penting dalam memastikan pengalaman perjalanan tetap nyaman.


Bandara pada akhirnya menjadi ruang pelayanan yang dirancang untuk mendukung setiap kebutuhan pengguna.



Bandara sebagai Ruang yang Dapat Dinikmati



Bandara modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat transit. Berbagai fasilitas komersial seperti kafe, restoran, dan area duduk memungkinkan penumpang menikmati waktu tunggu mereka dengan lebih santai.


Kehadiran ruang-ruang seperti ini menjadikan bandara sebagai tempat yang hidup, di mana perjalanan tidak hanya tentang berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi juga tentang pengalaman yang menyertainya.


Di musim mudik seperti sekarang, bandara menjadi tempat di mana banyak cerita perjalanan dimulai. Dari ruang-ruang yang dirancang dengan baik inilah setiap perjalanan menuju rumah, keluarga, dan tujuan baru dimulai.




Comments


© 2025 Alien Design Consultant, All Rights Reserved

bottom of page