top of page

Filosofi di Balik Setiap Sudut: Menggali Akar Budaya Desain Interior DANA Experience Center

Writer: airlangga alien
airlangga alien
2 days ago
4 min read
Gambar 1. DANA Experience Center sebagai ruang yang mempertemukan identitas digital DANA dengan karakter budaya Nusantara.
Gambar 1. DANA Experience Center sebagai ruang yang mempertemukan identitas digital DANA dengan karakter budaya Nusantara.

Sebuah ruang tidak pernah benar-benar kosong. Di balik setiap garis, tekstur, dan pilihan material tersimpan pertanyaan mendasar yang harus dijawab sebelum satu pun sketsa digoreskan: Apa yang ingin ruang ini ceritakan? Ketika Alien DC mendapat kepercayaan merancang DANA Experience Center, pertanyaan itu menjadi kompas utama seluruh proses desain. Hasilnya bukan sekadar ruang yang indah secara visual, melainkan sebuah narasi yang bisa dirasakan, tentang identitas digital, kekayaan alam Nusantara, dan kerajinan tangan yang menemukan relevansinya di era modern.



Ketika Identitas Merek Bertemu Kearifan Lokal


Gambar 2. Area reception yang memadukan identitas DANA dengan material, tekstur, dan elemen kerajinan bernuansa Nusantara.
Gambar 2. Area reception yang memadukan identitas DANA dengan material, tekstur, dan elemen kerajinan bernuansa Nusantara.

DANA adalah perusahaan teknologi finansial yang lahir dari ekosistem digital Indonesia. Namun justru di sinilah tantangan desainnya menjadi menarik: bagaimana merepresentasikan entitas yang serba digital dalam ruang fisik yang hangat dan manusiawi?


Jawabannya ditemukan bukan di tren global, melainkan di akar budaya Indonesia itu sendiri. Tim Alien DC menetapkan bahwa DANA Experience Center harus menjadi titik temu antara inovasi dan keaslian, antara kecepatan teknologi dan ketekunan seorang pengrajin. Filosofi ini kemudian menentukan segalanya, mulai dari pemilihan palet warna hingga cara cahaya alami dibiarkan masuk dan bermain di dalam ruangan.


Pendekatan serupa pernah kami terapkan dalam proyek DANA Experience Center: Merayakan Alam, Budaya, dan Kerajinan dalam Bahasa Desain Modern, di mana eksplorasi mendalam terhadap motif dan material lokal menjadi fondasi utama konsep keseluruhan.



Alam sebagai Bahasa Visual


Gambar 3. Area Sobat DANA sebagai ruang interaksi yang mengangkat budaya berkumpul dalam suasana yang informal dan akrab.
Gambar 3. Area Sobat DANA sebagai ruang interaksi yang mengangkat budaya berkumpul dalam suasana yang informal dan akrab.

Salah satu keputusan desain paling berpengaruh adalah menjadikan alam sebagai referensi visual utama. Bukan sebagai dekorasi, melainkan sebagai sistem makna. Pola organik yang terinspirasi dari anyaman, tekstur kayu, dan bentuk-bentuk yang ditemukan di alam tropis Indonesia diintegrasikan ke dalam elemen struktural maupun furnitur.


Material dipilih dengan pertimbangan ganda: estetika sekaligus kejujuran. Rotan, bambu olahan, dan batu alam hadir bukan untuk terlihat "tradisional", melainkan untuk membangun kontinuitas antara warisan budaya dan konteks kontemporer. Setiap material bercerita tentang dari mana ia berasal, sebuah pengingat bahwa teknologi pun tumbuh dari tanah yang sama.


Pendekatan "alam sebagai bahasa" ini bukan sesuatu yang asing bagi Alien DC. Dalam proyek Arsitektur Fasad BTN Learning Center: Tumbuh dari Alam dan Nilai Budaya Korporasi, referensi alam juga menjadi titik berangkat yang kemudian ditransformasi menjadi ekspresi arsitektur modern.



Kerajinan Tangan sebagai Pernyataan Nilai


Gambar 4. Area lounge yang menghadirkan material alami, pola kerajinan, dan elemen dekoratif sebagai bagian dari pengalaman ruang.
Gambar 4. Area lounge yang menghadirkan material alami, pola kerajinan, dan elemen dekoratif sebagai bagian dari pengalaman ruang.

Di tengah dominasi produksi massal, memilih untuk menghadirkan elemen kerajinan tangan adalah sebuah pernyataan sikap. DANA Experience Center secara sadar menyoroti pengrajin lokal sebagai mitra kreatif, bukan sekadar pemasok. Panel dinding dengan ukiran tangan, instalasi tekstil yang dikerjakan oleh perajin dari berbagai daerah, hingga detail joinery pada furnitur, semuanya membawa jejak tangan manusia yang tidak bisa direplikasi oleh mesin.

Keputusan ini selaras dengan nilai inti DANA sebagai platform yang memberdayakan masyarakat luas. Ruangnya secara harfiah mencerminkan misi mereknya: teknologi yang bekerja untuk manusia, bukan sebaliknya. Kerajinan tangan menjadi metafora yang kuat, bahwa di balik setiap antarmuka digital, ada manusia nyata dengan keterampilan dan cerita yang layak dihargai.



Tata Ruang yang Bercerita Melalui Urutan Pengalaman


Gambar 5. Area merchandise yang mengadaptasi karakter ruang yang familiar dan terbuka, dengan referensi pada suasana keseharian masyarakat Indonesia.
Gambar 5. Area merchandise yang mengadaptasi karakter ruang yang familiar dan terbuka, dengan referensi pada suasana keseharian masyarakat Indonesia.

Filosofi tidak hanya hidup dalam material dan ornamen, tetapi juga dalam cara ruang diorganisasi. DANA Experience Center dirancang dengan logika narrative journey, pengunjung tidak sekadar berpindah dari satu zona ke zona lain, melainkan melewati sebuah alur cerita yang terstruktur.


Zona penyambutan dirancang terbuka dan luminous, mengundang sekaligus mengorientasikan. Bergerak ke dalam, ruang menjadi lebih intim dan eksploratif, mencerminkan proses penemuan, persis seperti pengalaman pertama kali memahami ekosistem layanan keuangan digital. Area kolaborasi hadir di tengah sebagai jantung ruang, mengafirmasi bahwa DANA adalah platform yang hidup dari interaksi.


Pendekatan naratif semacam ini sejalan dengan apa yang kami bahas secara lebih luas dalam artikel Bagaimana Menerjemahkan Filosofi Budaya Menjadi Desain Fasad Gedung Tinggi, bahwa filosofi yang kuat harus bisa dibaca dari luar ke dalam, dari keseluruhan hingga detail terkecil.



Detail Kecil, Makna Besar


Gambar 6. Detail area customer care yang memperlihatkan penerapan pola tekstil, material bertekstur, dan detail interior dalam skala yang lebih intim.
Gambar 6. Detail area customer care yang memperlihatkan penerapan pola tekstil, material bertekstur, dan detail interior dalam skala yang lebih intim.


Dalam arsitektur dan desain interior, kedewasaan sebuah karya sering kali diukur dari perhatiannya terhadap detail. Di DANA Experience Center, tidak ada elemen yang hadir secara kebetulan. Pemilihan sudut pencahayaan, ketinggian plafon yang bervariasi untuk menciptakan ritme emosional, hingga transisi lantai yang menandai pergantian zona, semuanya dipikirkan sebagai bagian dari satu sistem makna yang kohesif.


Motif-motif yang terinspirasi dari geometri batik dan tenun Nusantara muncul secara subtil pada panel akustik, karpet, dan elemen grafis. Bukan sebagai kutipan visual yang literal, melainkan sebagai abstraksi yang terasa familiar namun segar, cara Alien DC menghormati warisan budaya tanpa menjadikannya sekadar nostalgia.



Ruang Sebagai Manifestasi Identitas


Pada akhirnya, DANA Experience Center adalah bukti bahwa desain interior terbaik bukan tentang memperindah ruang, melainkan tentang mengungkapkan kebenaran sebuah entitas melalui ruang. Setiap sudut yang digali, setiap material yang dipilih, setiap urutan ruang yang dirancang, semuanya bermuara pada satu pertanyaan: Siapa DANA, dan bagaimana ruang ini bisa memancarkan jawabannya?



Comments


© 2026 Alien Design Consultant, All Rights Reserved

bottom of page